HEADLINE

Ide Gila_MENDESAIN BISNIS ELEKTRONIK PALPEL (E-Palpel)


Akan tiba masanya ketika uang kertas dan logam tidak lagi terpakai, sebab dari jauh jauh hari para ahli ekonomi global telah memikirkan efektivitas jenis uang kartal tersebut, elektronik money (e-money), tinggal menunggu waktu saja menjadi sebuah alat transaksi yang sah. Dan, saat itu nilai mata uang akan tergantikan oleh saldo atau angka-angka digital yang tersave dengan manis di dalam aplikasi khusus sebuah telephone pintar (smart phone).

Orang tak perlu repot repot lagi menyimpan uang di dompet atau saku celana, resikonya adalah jadi incaran copet di pasar pasar, bahkan orang tidak perlu lagi memikirkan sistem transaksinya karena telah diatur sedemikian rupa melalui sistem aplikasi yang cerdas. Distribusi produk yang dibeli pun tak perlu dijemput melalui mekanisme manual, lagi lagi ada aplikasi khusus yang serba online, tinggal 'cess' barang pesanan sudah tiba di rumah anda. Mantab bukan?

Ini bukan mimpi, ketika peradaban kita memang semakin dikemas menuju segala bentuk elektrik. Dua puluh tahun lalu anda belum akan membayangkan bahwa orang orang saat ini melakukan pembayaran tagihan listrik secara elektrik, beli pulsa selluler elektrik, premi asuransi elektrik hingga tiket penerbangan ke luar negeri semuanya serba elektronik. Bahkan mobil anda memasuki gerbang tol saja saat ini sudah tidak bisa bayar manual. Sudah ada elektronik tol (e-tol) sebagai alat transaksi pembayarannya, tinggal tempel, sistem yang diprogram secara komputerisasi akan otomatis menarik saldo pada card kemudian 'cess' tancap gas.

Lalu e-ka-te-pe, e-banking, e-danking, e-stressing, dll. Sekali lagi, ini bukan mimpi, tetapi kita memang tengah berada pada sebuah zama baru yang serba serbi elektrik. Kita harus memahami bila manusia manusia ini telah masuk pada sebuah peradaban aplikasi sekaligus ilusi.

Menyikapi zaman yang serba elektronik ini, saya berpikir dan telah berupaya untuk menguji pikiran saya tersebut secara teoritis serta menggunakan estimasi yang logis. Ide saya tersebut adalah sebuah bisnis bernama  ELEKTRONIK PALPEL (e-palpel). Anda pasti belum dapat menangkap konsep apa yang ada di dalam benak saya! Baiklah, saya akan jelaskan lebih detil.

PALPEL adalah akronimnya "Palak Nempel" Entah itu palak apa! Pokoknya semua kepala yang nempel pada batangnya saya sebut Palpel. Eit, jangan protes dulu, anda pasti ingin berkata, "Semua kepala pasti nempel..!?" Oh, no! Tidak semua kepala itu nempel, crut..! Misalnya KEPALA RUMAH TANGGA. Kalo kepala rumah tangga nempel terus pada rumah tangganya maka alamat semua anggota rumah tangga tersebut akan kelaparan. Kepala rumah tangga mesti keluar rumah, kerja cari nafkah di luar untuk menghidupi anggota keluarganya. Jadi jelas, tidak semua kepala itu nempel, termasuk juga Kepala Sekolah, Kepala Stasiun dan Kepala Negara yang kadang kadang suka keluyuran jalan jalan ke luar negeri, keluar dari negaranya sendiri.

Kembali pada Palpel, semua kepala yang nempel itu saya sebut Palpel, dan berawal dari sini jiwa enterpreneur saya beranalisa menemukan sebuah konsep bisnis berbasis teknologi komputer dan elektrik.

Elektronik Palpel adalah sebuah konsep usaha yang saya anggap menjanjikan dan sangat potensial untuk dikembangkan. Begini mindset berpikir saya:

1. Menciptakan sebuah aplikasi khusus di google play yang bisa didownload oleh calon calon member di seluruh dunia. Aplikasi ini menggunakan teknologi e-coding yang dikoneksikan dengan sistem server. Sementara server sendiri adalah sistem pengendali jarak jauh yang memiliki kemampuan untuk management data data yang dikirim oleh jaringan netword. Semua sistem transaksi akan saya atur melalui sebuah sensor elektrik menggunakan kapasitas memori yang tidak terbatas.

2. Membuat chip. Ini berfungsi untuk mendeteksi keberadan konsumen atau member. Dalam konsep ini tentu saya akan menggunakan teknologi GPS (Global Potition System) dengan pendekatan satelit yang paling canggih sehingga meskipun member saya sembunyi di dasar lautan Antartika, tetap akan bisa saya lacak. Nah, chip yang super kecil ini akan saya pasang pada bagian tersembunyi dari Palpel Member dan akan saya beri nama "CIPM" alias Chip In Palpel Member dengan bahasa sederhananya chip yang tertanam di dalam Palpel setiap member.

3. Jaringan bisnis yang saya kembangkan dari teknologi E-Palpel ini adalah seputar dunia perbankan. Saya ingin memberikan peminjaman modal usaha mikro dan makro kepada anak anak bangsa yang memiliki mental wirausaha tetapi tak memiliki modal. Sistem yang diterapkan adalah pembiayaan syariah dengan margin bagi hasil saling sukarela tanpa unsur unsur bunga dan akad kapitalisme. Bagi nasabah atau member yang serius ingin berwirausaha saya akan bantu pembiayaan modal (bukan kredit) dengan MOU yang diatur sedemikian rupa serta tidak menyimpang dari kaidah sosial. Setelah akad selesai, chip akan ditanam ke Palpel member menggunakan sistem infrared. Selanjutnya member dikenakan kewajiban untuk mentransfer hasil usaha dengan besaran tertentu setiap bulan yang telah disepakati sesuai nominal pembiayaan.

4. Apabila member bersikap tidak jujur atau telat melakukan input e-money dari bagi hasil usaha, server akan otomatis mengirim teguran pada chip member. Sehingga Palpel akan merasakan itu. Konsekuensinya, bila inkonsistensi member semakin kronis, maka server akan membuat error pada struktur kerja Palpel member secara keseluruhan, bahkan Palpelnya bisa saya off (disfungsikan) untuk beberapa waktu. Hal ini pasti akan membuat member datang ke kantor saya atau melakukan klarifikasi di aplikasi smartphone-nya agar Palpel kembali difungsikan. Bila terlambat konfirmasi, Palpel akan mengalami error lebih parah.

5. Dalam konsep E-Palpel ini saya rasa perlu bekerja sama dengan pihak asuransi, sebab bila member meninggal dunia, e-money saya tidak hilang, akan dibayarkan clime-nya oleh pihak asuransi.

Nah, anda berminat untuk mendukung ide saya, oks, boleh saja. Tapi kasih saya waktu sejenak, ya. Saya ingin mengkhayal dulu dari mana datang modalnya.

Penulis
R. Bintang


Tidak ada komentar