HEADLINE

Apakah Yang Akan Terjadi di Bulan Januari?


Dapatkah kau perkirakan, apa yang akan terjadi pada Januari ini? Ketika Desember diliput mendung hujan hampir tumpah tiap pagi. Dan, siang, debu-debu jinak di perjalanan pulang. Kaca mobilmu tertutup warna hijau botol, cahaya mengintipmu dari kejauhan, meski redup sebab semua pintu sedang terkatup. Di jalanan engkau terus melaju dipandu spion kiri dan kanan.

Sejumlah orang telah datang untuk mengubah suasana. Memindahkan kursi di pojok ruangan ke ruangan yang lain, mengganti meja-meja yang tak sepadan dengan pikiran mereka mengganti cat tembok yang (sebenarnya) masih terang warnanya mengganti arah kata kata agar kebijakan politik gampang berjalan dan semua tak mesti lurus tak mesti sesuai dengan hati nurani.

Lalu, apakah yang akan terjadi pada Januari ini? Ketika musim hujan bertambah panjang. Luapan banjir menjilat halaman parkir sebuah gedung pemerintah, membawa sampah ke ruang loby, dan air yang warnanya cokelat karat. Orang orang di dalam cuma diam. Sesekali berbisik. Tetapi enggan berkata kata.

Ya, orang orang lebih banyak diam, sebab negeri ini dihuni oleh orang orang bijak. Untuk apa kita berdebat. Semua telah tersusun rapi dalam etalase para pemimpin (meski) kadang juga ada yang belum layak memimpin namun ini negeri tempat segala kondisi bisa dikondisikan segala kemelut bisa diredam dengan aura senyum dikulum sambil menimbum sebanyak banyaknya strategi pencitraan. Kinerja, di republik ini tak lagi dibutuhkan sebab seremonial telah mengganti segalanya menjelma peradaban tanpa isi dan orang orang di sini lebih banyak diam ketimbang membuang percuma kata kata.

Pernahkah engkau berpikir, apa yang akan terjadi di bulan Januari ini? Ketika jalanan semakin sesak oleh pejalan kaki, orang orang telah meninggalkan kendaraan kendaraannya sebab bahan bakar sudah tak ada. Di garasi yang atapnya terbuat dari kepurapura-an besi besi tua menumpuk. Mesin mesin busuk. Orang orang kembali memenuhi trotoar untuk kembali bersitatap menyampaikan raut kemerdekaan yang hampir saja luput dari imajenasinya. Jagad ini kembali ramai oleh orang orang yang tumpah ke jalanan ke pasar-pasar ke peradaban purba. Rambu rambu penunjuk arah telah dipatahkan cuaca. Dan musim musim yang datang mengabarkan hikayat luka.

Apa yang akan terjadi pada Januari? Ketika dirimu menatap kembali jati diri. Tempat kesejatian hidup yang selama ini membeku, dirundung kecemasan yang sekuat tenaga berupaya engkau singkirkan.

Banten, 02122018
(R. Bintang)

Tidak ada komentar