HEADLINE

HUJAN RINTIK DI SORE HARI_Sajak Riduan Hamsyah


Hujan. Bila ia rintik
maka
artinya berbisik,
berbisik kepadamu yang diam
di pangkal malam
merawat imajenasi yang timbul tenggelam.

Ini imajenasi apa?
Adakah orang orang bodoh, tergopoh, membenahi tempat duduk
yang busuk
pura pura pahlawan dengan menepuk kulit dada
sumringah
tetapi aroma bangkai menyengat dari congor nafasnya
Aih, maaf, aku sedikit marah
atau
sebenarnya bukan marah tetapi merasa geli
menyaksikan debu debu mencelat dari tubuhmu
dihantam hujan bertalu talu.

Kukatakan padamu, "aku ingin bersajak saja"
sesekali mengejekmu dengan bahasa mendung
dengan bahasa muak bergulung gulung
tetapi aku paham, engkau tidak akan dapat memahamiku.

Hujan. Bila ia menderas
berarti
akan ada banjir menggenang di jalan raya
bahkan menjalar ke depan pintu
menghanyutkan kotoran jiwamu ke selokan mampet
dan sore ini, ada hujan, mengajakku untuk
merenungkan kembali romansa
yang selalu kita rindukan esok hari.

Banten, 12122018

Tentang Penulis

Riduan Hamsyah, penikmat puisi, tinggal di Banten.

Tidak ada komentar