HEADLINE

Cara Merapikan Hati


(Penulis: Riduan Hamsyah)

Hati. Adalah denyar dari sebuah kehidupan. Setelah nafas bergerak, jantung berdetak, otak mengirim sinyal-sinyal berisi informasi dan perintah ke seluruh panca indra, diteruskan oleh seluruh jaringan dan organ-organ tubuh kemudian hatilah yang akan merasakan sekaligus menikmati segala hasilnya.

Hati bertanggung jawab atas segala persaan sedih, gembira, ramai, sepi, kehilangan dan kombinasi dari semuanya. Sementara pikiran lebih bertanggung jawab untuk melakukan aksi serta reaksi tubuh atas segala persaan yang diterima oleh hati. Oleh sebab itu? 'Hati dan Pikiran' sebenarnya adalah dua komponen yang saling bekerjasama sejak pertama kehidupan dihadirkan. Hati merencanakan, pikiran menganalisanya, organ organ tubuh melaksanakannya. Hati merasakan sebab dan akibat dari sebuah peristiwa, pikiran menganalisanya sekaligus mencari jalan keluarnya. Hatilah yang paling tertekan ketika ada sebuah peristiwa yang tak nyaman datang, kemudian pikiran mengatur strategi untuk keluar dari rasa tidak nyaman tersebut. Demikianlah sekilas tentang hati dan pikiran yang merupakan dua komponen ajaib terdapat dalam diri kita dimana keduanya masing masing memiliki karakteristik berbeda namun selalu berkolaborasi dalam melaksanakan tugas tugasnya.

Semua berawal dari hati. Ketika hati baik maka pikiran akan baik dan seterusnya seluruh anggota tubuh juga akan menjadi baik serta sehat. Sebaliknya jika hati dalam kondisi tak baik maka pikiranpun akan mengalami troble sehingga seluruh bagian tubuh juga akan menanggung sakit akibatnya. Berawal dari sini kita ingin melihat lebih jauh tentang karakteristik hati dan bagaimana cara merapikannya agar konsep pikiran kita juga rapi, selanjutnya diri kita akan menemukan hakikat dari sebuah kebahagiaan yang selama ini kita cari cari. Pertanyaannya; apakah setiap manusia, khususnya rakyat Indonesia, sudah bahagia. Tidak. 99% rakyat negeri ini belum bahagia. Riset riset kecil yang kami lakukan telah menemukan sejumlah fakta hampir seluruh penduduk bumi ini hidup dalam tekanan dan yang paling merasakan dampak dari tekanan tersebut adalah hati sehingga banyak manusia yang belum sempat menterjemahkan hakikat dari kebahagiaan itu secara nyata. (Hasil riset ini akan diuraikan pada pase tulisan yang lain)

Setan senatiasa menghalangi setiap niat baik. Termasuk niat untuk merapikan hati. Membersihkannya agar membentuk seberkas cahaya yang akan menerangi seluruh pikiran. Karena itu, inilah hal-hal yang harus kita lakukan untuk merapikan hati;

Pertama, Mendekatkannya kepada Allah

Hati yang lapang adalah hati yang menyimpan asma Allah. Selalu bertafakur dan ingin selalu dekat dengan ridho-NYa. Jika nama tuhan telah memenuhi segenab penjuru hati maka pikiran juga akan mengikutinya, ada energi yang luar biasa akan mengalir deras ke seluruh penjuru tubuh. Sehingga gerakan gerakan yang ditimbulkan oleh organ atau sistem organ akan terkodinir dengan baik oleh syaraf syaraf otak dan kerja otot juga akan menghasilkan energi yang membawa seluruh jasad menuju sebuah nur kebahagiaan. Hati yang dekat pada rabb-nya juga akan selalu melahirkan rasa syukur rasa lapang dan hilang segala energi negatif yang selalu berupaya untuk mengepung hati dan berupaya menjadikannya berwarna keruh.

Kedua, Belajar Untuk Selalu ikhlas

Ikhlas. Mesti diawali dengan belajar. Sangat sedikit manusia yang lahir kedunia langsung menjadi seorang ahli ikhlas, kecuali dimulai dari sesuatu yang sederhana. Misalnya, ketika sedang berjalan kita melihat sebilah paku, kemudian kita segera menyingkirkannya agar tak terinjak kaki orang yang melintas di jalan tersebut, ini berarti kita sedang belajar untuk berbuat kebaikan sekaligus sedang melatih hati kita untuk dipenuhi sifat ikhlas. Contoh lain, misalnya ketika kita sedang ditimpa sakit atau sebuah kesulitan lalu kita bisikan pada hati, "Saya ikhlas menerima semua ini, karena semua datang dari Allah dan dengan ridho serta pertolongannya pula saya bisa keluar dari kesulitan ini." Dari hal hal sederhana yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari hari inilah kita sebenarnya sedikit demi sedikit belajar untuk melatih  hati kita agar menjadi ikhlas. Dan, dari keikhlasan ini lahir hasrat bersedekah serta berkembang untuk berbuat berbagai kebajikan yang berguna bagi banyak orang. Semua akan menimbulkan cahaya dalam hati serta cahaya inilah yang kita bisa rasakan sebagai sebuah nur kebahagiaan.

Ketiga, Belajar Membuang Sifat Sifat Negatif

Sifat sifat yang negatif akan menghasilkan energi yang negatif pula. Hal ini tentu akan berakibat yang tidak baik bagi kelangsungan hidup kita dimana berbagai sifat seperti iri, dengki, mengeluh, dendam, sombong, egois bukanlah lahir dari pikiran tetapi ini adalah murni produk hati. Sebenarnya setiap manusia memiliki potensi untuk ditempeli hatinya oleh berbagai hal buruk di atas namun ada manusia yang telah berhasil meminimalisirnya ada juga yang justru terus memeliharanya. Ini adalah kotoran serupa dengan debu yang nempel pada kaca jika dibiarkan terus menerus maka hati akan kusam dan sulit untuk melihat kebaikan yang selanjutnya akan sulit untuk menemukan kebahagiaan. Hidup adalah perjuangan secara terus menerus. Jangan dikira meskipun kita hidup di zaman yang serba aman dan tentram lantas kita ini telah berhenti berjuang. Tidak. Kita ini memiliki pekerjaan yang tak akan ada hentinya, salah satunya membersihkan kotoran hati.

Demikianlah sedikit uraian untuk melengkapi bacaan pada situs ini. 3 Hal penting dan yang paling terdepan untuk kita lakukan dalam upaya merapikan hati. Jika ke-tiga elemen penting di atas bisa kita terapkan maka insha Allah kita akan menemukan kebahagiaan. Amin. 

Tidak ada komentar