HEADLINE

PADA JAUH MALAM_Sajak Riduan Hamsyah


Kita baru pulang
pada jauh malam, usai memeriksa kota
yang tiap sudutnya masih seperti semula

tiap sudut yang diterangi lampu
orang orang berkerumun
mencari tau tentang nasib cuaca esok hari
tentang badai yang sesewaktu bisa saja datang
memukul papan reklame
atau menerbangkan punggung trotoar.

Tak banyak yang berubah
kecuali pada truk-truk gundah
ngantri di pintu tol
ada yang ngadat di pinggir jalan.

Sementara setelah tiba di rumah
setiap kita menuju alamat rebah
melipat kenangan sesaat tadi
menuju mimpi mimpi

tetapi beberapa hari belakangan ini
mimpi kita memang tak begitu nikmat
ada udara yang terasa pahit
ada kekacauan dalam mimpi mimpi itu
menciptakan banyak tekanan, menderas pada celah dada
pada hati yang merasa hilang sesuatu.
Bila saja dulu aku banyak belajar darimu cara mengeluh
mungkin atap di sini sudah runtuh
menimbun tubuh
dan kita lupa merapikan cara berpikir
juga cara berdiri lalu berjalan.

Pada jauh malam
sebagian dari kita memang sudah tenggelam
cuma aku saja masih mencari
gambar gambar diri di langit sunyi.

Banten, 11.01.2019

(Penulis: Riduan Hamsyah, karyanya pernah dipublikasikan di sejumlah media massa dan buku buku antologi)

Tidak ada komentar