HEADLINE

AKU MESTI MEMIKIRKAN CARA LAIN_(Sajak Riduan Hamsyah)


Setelah bejat dengan angka angka ini
kemudian aku menulis sajak.
Mungkin agar semakin hitam malam
setelahnya sebatang urat leher lunglai, kusut
benar benar kusut.

Sebenarnya aku kian berupaya
untuk mengatasinya
agar menjadi cahaya, menjadi berkilau
tetapi setelah merupa daun kering aku mesti memikirkan cara lain
tentunya sebuah cara untuk benar benar meninggalkanmu
karena di ranah pergi, cara terbaik agar menjadi suci

adakah aku masih bisa suci?
Setelah terendus aroma getah bumi
aroma langit yang mengirim limbah kota kota mengabdi pada lipatan kulit ari
seonggok mahkluk dengan basa basi kalimat cinta,
sementara auman bangsat-bangsat kelaparan gentayangan
di sekujur engah nafas membadai menarik jasadku jauh masuk ke dalam ceruk
rekah tanah yang selanjutnya merupa jurang

ya, aku merasakan itu, di tepi jurang
dengan tubuh mabuk
dengan mata ber-kunang kunang.

Lalu, manusia ini, sebenarnya
tempat jenuh jenuh bertumbuh
putus asa yang menemukan sarang
berendam dalam diam
ada keraguan yang begitu hebat untuk sujud ke tanah gelisah
meraup debu ke muka, melihat tumpukan dosa dosa pada kekata yang teramat sulit dibuktikan
sebab kekata begitu absolut setelah
terlanjur menjadi liar meliuk seperti ular mencari celah pembenaran atas hasrat berdentam mengitari iman yang gumpalannya memang tak seberapa,

sungguh, aku tengah memikirkan cara lain untuk mengalirkan urat urat jasad ini
ke ranah suci, atau ke jagad yang agak sepi.

Banten, 27.02.2019
(Penulis: Riduan Hamsyah)

Tidak ada komentar